3Susunan Dasar Sistem EFI - Sistem EFI dapat dibagi menjadi 3 sistem fungsional yaitu : sistem bahan bakar (fuel system), Sistem udara (air induction Facebook ईमेल या मोबाइल
FiturScanner C68 Retail : 1 . Mampu membaca kode kerusakan MIL ( lampu check engine ) pada semua sistem elektronik. 2 . Pengguna dapat memilih software kendaraan yang diinginkan saat membeli ( Misalnya bengkel mobil honda, pembeli bisa memilih software mobil Honda saja yang ada di dalam scanner ), Bonus Generik OBD II ( software OBD II seperti
SistemEFI lebih mampu mengatasi kondisi variatif ini secara optimal dibandingkan sistem karburator. Salah satu keunggulan sistem EFI karena dilengkapi dengan sensor lambda (sensor oksigen pada gas buang) sebagai feed back pada ECU untuk koreksi penginjeksian. Pengapian Terpisah Sistem Pengapian menyatu Komponen-komponen dasar EFI
3 Konstruksi Dasar Sistem EFI. Secara umum, konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagian/sistem utama, yaitu; a) sistem bahan bakar (fuel system), b) sistem kontrol elektronik (electronic control system), dan c) sistem induksi/pemasukan udara (air
proyeksistem mekatronika dasarkelas 1b mekatronikakelompok 61. wahyu ramadhan (444 21 052)2. fiki ramadansa (444 21 036)3. m. paisal (444 21 038)#s1t_meka_p
ProgramPelatihan Sistem Electronic Fuel Injection (EFI) Bagi Siswa SMK N 2 Payakumbuh Wagino1, Bahrul Amin2, (EFI). Gambar 3. Engine stand system EFI pengetahuan (teori) dasar EFI, komponen dan fungsi system EFI, troubleshooting system EFI. Serta materi (praktik) terkait identifikasi komponen EFI, troubleshooting system EFI dan four
KonstruksiDasar Sistem EFI Secara umum, konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagian/sistem utama, yaitu; a) sistem bahan bakar (fuel system), b) sistem kontrol elektronik (electronic control system) c) sistem induksi/pemasukan udara (air induction system). Ketiga sistem utama ini akan dibahas satu persatu di bawah ini.
35 Menerapkan cara perawatan sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI) 4.5 Merawat berkala sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI) KOMPETENSI DASAR - KELAS XII. SEMESTER GANJIL. 3.6. Menerapkan cara Perawatan Engine Management System (EMS)
Tujuanpengaplikasian sistem injeksi adalah meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, kinerja mesin maksimal, memperpanjang umur mesin dan mengurangi emisi gas buang yang ramah lingkungan. Berdasarkan sistem kontrolnya, sistem injeksi pada saat sekarang dibagi menjadi tiga jenis yaitu, 1. K Jetronic atau K EFI.
RENCANPROGRAM PENGAJARAN PSPTKR. JOBSHEET PRAKTEK PEMERIKSAAN KEPALA SILINDER. DOWNLOAD. INSPIRASI HATI. RPP SISTEM PENDINGIN. Satuan Pendidikan : SMKN 36 JAKARTA Kelas/ Semester : XI/ 3 Mata Pelajaran : Pemeliharaan mesin Tema : Sistem pendinginan Pertemu
oFfsOC. EFI merupakan singkatan dari Electronic Fuel Injection yaitu penyemprotan atau penginjeksian bahan bakar sudah dilakukan atau dikontrol secara elektronik. Pengontrolan secara elektronik ini lebih baik dibandingkan dengan penyemprotan bahan bakar yang masih konvensional masih karburator. Kelebihan dari sistem EFI dibandingkan dengan sistem konvensional degan memakai karburator antara lain Nilai campuran bahan bakar dan udara sesuai dengan kebutuhan mesin. Campuran antara bahan bakar dan udara akan lebih homogen. Pembakaran yang dihasilkan lebih baik. Tenaga yang dihasilkan oleh mesin lebih optimal. Emisi gas buang yang dihasilkan lebih rendah. Pada sistem EFI terdapat 3 sistem utama yaitu sistem bahan bakar fuel system, sistem induksi udara air induction system dan sistem kontrol elektronik electronic control system. Sistem bahan bakar Sistem bahan bakar pada sistem EFI berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ke ruang bakar mesin. Sistem bahan bakar EFI terdiri dari beberapa komponen, yaitu Tangki bahan bakar yang berfungsi untuk menyimpan bahan bakar dalam jumlah tertentu di dalam kendaraan Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring bahan bakar dari kotoran-kotoran. Pompa bahan bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar menuju ke injektor. Selang/ pipa penyalur bahan bakar berfungsi sebagai media penyalur yang dilewati oleh bahan bakar. Pipa pembagi delivery pipe berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke masing-masing injektor pada mesin. Pressure regulator berfungsi untuk menjaga tekanan bakan bakar agar tetap stabil pada pipa pembagi. Pultation damper berfungsi untuk mencegah terjadinya getaran atau fluktuasi tekanan dari bahan bakar. Pipa pengembali berfungsi untuk menyalurkan kelebihan tekanan bahan bakar dan nantinya akan dikembalikan ke dalam tangki bahan bakar. Injektor berfungsi untuk menginjeksikan bahan bakar di ruang bakar pada tipe GDI atau pada intake manifold pada tipe MPI. Sistem induksi udara Sistem induksi udara pada sistem EFI berfungsi untuk menyediakan udara yang diperlukan saat proses pembakaran. Sistem induksi udara pada sistem EFI terdiri dari beberapa komponen, antara lain Throttle body terdiri dari katup throttle yang berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold. Dan pada throttle body ini terdapat saluran ISC yang berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ketika posisi katup throttle tertutup pada posisi idle. Air flow meter pada tipe L-EFI berfungsi untuk mengukur berapa banyak udara yang masuk ke dalam intake manifold. Air intake chamber berfungsi untuk meredam fluktuasi udara yang masuk. Intake manifold berfungsi sebagai saluran masuk udara menuju ke dalam ruang bakar. Sistem kontrol elektronik Pada sistem kontrol elektronik terdiri dari beberapa komponen antara lain sensor-sensor, ecu dan aktuator. Sensor-sensor pada sistem kontrol elektronik EFI berfungsi untuk menyensor atau mendeteksi atau mengukur kinerja dari mesin yang nantinya akan digunakan sebagai data inputan. Sensor-sensor EFI sendiri terdiri dari beberapa macam sensor antara lain sensor WTS, sensor IATS, sensor MAP, Air flow meter, sensor knock, sensor CKP, sensor CMP dan lain-lain. Ecu pada sistem EFI berfungsi sebagai otak atau pengontrol dari aktuator-aktuator. ECU akan mengontrol kinerja dari aktuator-aktuator berdasarkan data yang masuk dari sensor-sensor. Sedangkan aktuator sendiri adalah sebagai pelaksana atau komponen yang bekerja dan dikontrol oleh ECU. Contoh aktuator pada mesin EFI adalah injektor, ISC, ESA dan lain-lain.
– Mobil dengan mesin pembakaran internal dituntut oleh masyarakat enviromentalis’ untuk dapat lebih efisien dalam menggunakan bahan bakar dan tidak menimbulkan emisi yang mengandung kimia berbahaya. Ini menjadi menarik karena saat ini aktivis muda seperti Greta Thunberg sedang sangat populer untuk menyuarakan iklim global. Terlepas dari itu, memang benar bahwa jika sebuah mobil berasap hitam tebal atau berasap putih adalah kendaraan yang sakit’. Teknologi lagi-lagi dituntut untuk berkembang. Salah satu yang menjadi sorotan tentu saja sistem bahan bakar. Dan keberhasilan sistem EFI menjadi bukti bahwa teknologi mampu menjawab tantangan tersebut. Kali ini kita akan membahas jenis sistem EFI berdasarkan teknologi kontrol yang dimilikinya. Yuk simak terus!!! Update Artikel 21 Desember 2022 – 1059 WIB Sistem EFI seperti diketahui adalah hasil pengembangan teknologi otomotif dari sistem bahan bakar yang menggunakan sistem karburator. Sejauh ini dikenal melalui tiga jenis berdasarkan kontrolnya yakni D-EFI, K-EFI, dan L-EFI. Salah satu mesin EFI milik Toyota. Sumber Pinterest Berikut ini adalah jenis sistem EFI berdasarkan teknologi kontrol yang dipakai. Sistem EFI Jenis D-EFI Berdasarkan kontrol yang dimiliki oleh sistem EFI, jenis pertama adalah jenis D-EFI. Gambar berikut menunjukkan skema yang menjelaskan secara garis besar sistem D-EFI. Perhatikan secara seksama gambar tersebut. Sistem EFI jenis D-EFI. Jenis D-EFI sering juga dikenal dengan istilah D-Jetronik. Sistem ini pengontrolan injeksinya dilakukan ecara elektronik. Bagi yang penasaran, apa yang diwakili oleh huru “D”? Huruf tersebut mewakili kata Druck, yang berasal dari bahasa Jerman yang berarti “tekanan”. Dalam menunjang kerja sistem D-EFI digunakan sebuah sensor utama yakni sensor MAP atau manifold absolute pressure sensor. Sensor ini bertugas mendeteksi jumlah udara yang akan masuk ke saluran masuk intake manifold EFI berdasarkan kevakuman yang terjadi di dalamnya. Sensor akan memberikan informasi berupa sinyal digital ke ECU. Olahan data digital dari ECU akan digunakan untuk memerintahkan aktuator sistem EFI yakni mengontrol berapa lama penginjeksian bahan bakar oleh injektor ke dalam ruang bakar. Sistem EFI Jenis K-EFI Yang kedua berdasarkan kontrol yang digunakan adalah jenis K-EFI. Perhatikan gambar berikut dengan seksama. Gambar berikut menunjukkan gambaran sederhana jenis K-EFI mulai dari tangki bahan bakar hingga injektor yang menyemprotkan bahan bakar ke ruang pembakaran. Sistem EFI jenis K-EFI. Jenis K-EFI sering disebut juga dengan K-Jetronik. Menariknya jenis ini pengontrolan injeksinya masih dilakukan secara mekanik. Dengan kata lain, kontrol jenis K-EFI belum dilakukan secara elektronik. Pengontrolan injeksi bahan bakar didasarkan pada tekanan udara yang masuk ke dalam intake manifold. Alat pengukur tekanan udara mekanis disematkan pada saluran masuk udara. Meski demikian, pengukur udara tersebut mampu mengukur mampu mendeteksi banyaknya udara yang dihisap ke dalam mesin. Selain itu, pengukur udara juga bekerja secara kontinyu setiap saat selama mesin mobil hidup. Secara sederhana kerja dari jenis EFI ini cukup sederhana. Bahan bakar dari tangki bahan bakar akan dipompa oleh pompa bensin menuju distributor bahan bakar. Pada injektor tekanan bahan bakar berkisar antara dua hingga tiga bar. Tekanan ini akan sanggup membuka katup jarum yang ada di dalam injektor sehingga penginjeksian dapat terjadi pada silinder. Sistem EFI Jenis L-EFI Jenis yang terakhir berdasarkan pengontrolannya adalah jenis L-EFI. Seperti ditunjukkan pada gambar berikut gambaran sederhana dari jenis ini. Perhatikan gambar secara seksama. Sistem EFI jenis L-EFI. Seringkali juga orang menyebut jenis L-EFI ini dengan sebutan L-Jetronik. Sama seperti D-EFI, pengontrolan penginjeksian bahan bakar telah dilakukan secara elektronik. Jika Anda penasaran dengan kata yang diwakili oleh hurup “L”, saya beritahu bahwa “L” berarti “luft”. Sebuah kata dari bahasa Jerman yang berarti udara. Dalam melaksanakan kerjanya, tipe L-EFI menggunakan sensor utama yakni sensor MAF atau mass air flow sensor. Sensor ini bertugas mendeteksi jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold. Sinyal digital hasil bacaannya akan dikirimkan ke ECU. Olahan data kemudian akan digunakan untuk mengontrol aktuator sehingga lama waktu penginjeksian bahan bakar yang dilakukan oleh injektor dapat terkendali sesuai dengan kebutuhan mesin. Setelah mengetahui jenis sistem EFI, rasanya tidak sempurna jika kita tidak membahas juga tentang sistem EFI terkait dengan komponen dan kelebihannya. Pada bagian ini, saya akan mencoba membahas tentang komponen-komponen yang ada pada sistem EFI sebuah mesin mobil dan apa saja kelebihannya jika kita membandingkannya dengan sistem lamanya yakni karburator. Electronic fuel injection atau kita sering menyingkatnya dengan istilah “EFI” adalah sistem penyemprotan bahan bakar yang sebuah sistem piranti elektronik mengontrol proses kerjanya. Sistem dalam kendaraan yang berguna untuk memastikan kebutuhan bahan bakar ini memegang peran penting dalam mesin kendaraan dan berikut sedikit ulasan terkait EFI. Pengertian Sistem EFI EFI merupakan kepanjangan dari electronic fuel injection. Ini berupa sistem elektronik untuk penyemprotan bahan bakar. EFI sendiri berupa teknologi terbarukan yang penggunaannya sudah nyaris pada semua kendaraan-kendaraan keluaran terbaru saat ini. Pada mesin kendaraan lawas sistem electronic fuel injection efi adalah sistem karburator. Karena masalah efisiensi dan masalah isu dunia yang lain misalnya kelangkaan dan krisis energi, perusahaan otomotif dunia mulai meninggalkan sistem ini. Selain itu, tuntutan mekanisme mesin-mesin mobil saat ini menjadikan komponennya belum kompatibel dan harus berganti sistem. Secara spesifiknya, EFI merupakan sistem elektronik penghasil campuran bahan bakar dengan udara secara ideal. Ketika menggunakan EFI, mesin kendaraan akan lebih efektif karena memperoleh pembakaran sempurna dari campuran udara dan bahan bakar yang sesuai kebutuhan mesin. Hasil dari proses inilah kemudian kendaraan menggunakannya untuk kerja mesin dan menjadikan tenaga gerak kendaraan. Pada mulanya, EFI berkembang dengan nama yang berbeda-beda. Salah satunya misalnya dari Suzuki. Meski memiliki nama yang berbeda-beda tetapi secara prinsip semuanya sama dan merujuk pada sistem injeksi bahan bakar yang serupa juga. Komponen-Komponen Sistem EFI Di depan, saya telah menyinggung tentang alat untuk mengontrol semua sistem efi adalah elektronik sistem. Penggunaan piranti elektronik untuk mengontrol sistem EFI ini lebih efektif. Hal tersebut salah satunya karena sudah siapnya berbagai komponen untuk menunjang kerja sistem lebih maksimal kedepannya. Nah, membahas seputar sistem EFI yang memiliki komponen lengkap, berikut kita akan mengulas beberapa komponennya. 1. Tangki Bahan Bakar Komponen pertama adalah tangki yang memiliki fungsi utama sebagai penampung bahan bakar kendaraan. Meski sistem ini baru, sejatinya komponen bernama tangki bahan bakar ini pasti ada di sistem karburator atau sistem yang lain. Pun juga akan kita temui di kendaraan bensin maupun diesel. Bahan bakar di tangki ini nantinya akan menjadi sumber utama pelumas komponen sistem injeksi. Beberapa bagian yang sangat bergantung pada tangki bahan bakar bahan bakar adalah fuel pump dan injektor. Untuk tangkinya sendiri, pabrikan otomotif membuatnya dari material plastik tebal yang lebih ringan dari tangki keluaran lawas. Meski hanaya dari material plastik, kekuatannya bahkan melebihi kekuatan tangki sistem bahan bakar yang lama. 2. Fuel Filter Komponen sistem EFI berikutnya adalah fuel filter atau saringan bahan bakar. Saringan bahan bakar EFI berfungsi untuk penyaringan kotoran dari bahan bakar yang ada di dalam tangki bahan bakar. Melalui komponen fuel filter ini, kita dapat memastikan bahan bakar yang mengalir ke ruang pembakaran bersih dan siap untuk melalui proses pembakaran. Secara umum, pada sistem EFI ada dua macam fuel filter yaitu filter kasar dan filter halus. Filter kasar memiliki susunan material dari kawat rajut berpori besar untuk menyaring material besar. Sementara itu, filter halus, bahan penyusunya terbuat dari kain dengan pori rapat sehingga partikel kotoran lebih kecil akan terhenti. Melihat kedua jenisnya filter halus memiliki sistem kerja yang lebih efektif, tapi dalam kendaraan modern kini juga sudah ada jenis water sedimenter untuk memilah bahan bakar dan air. Jenis fuel filter terbaru ini berguna memaksimalkan fungsi pembakaran tanpa partikel tambahan lain. 3. Delivery Pipe Komponen electronic fuel injection efi adalah delivery pipe yang berada di pipa ujung saluran bahan bakar. Komponen satu ini berguna menampung bahan bakar dari fuel pump dan menjadi titik temu seluruh injektor. Hal inilah yang menjadi alasan komponen harus bermaterial keras. Tekanan bahan bakar di pipa pembagi delivery pipe sangat tinggi. Selain karena ini adalah pipa paling terakhir dari sistem saluran bahan bakar, tekanan tinggi juga membuat mesin lebih stabil. Hal tersebut karena kondisi siap pakai bahan bakar yang melalui injektor dapat kapan saja terjadi. Bahkan jika tekanan berkurang, mesin dapat menjadi pincang terutama pada putaran tinggi. 4. ECU atau Engine Control Unit Berikutnya, ada ECU kendaraan yang menjadikan EFI bekerja lebih sempurna. Fungsi ECU sendiri adalah pengolah data dari komponen sensor. Sensor yang terlibat pada sistem bahan bakar EFI cukup banyak, beberapa di antaranya adalah sensor CKP, sensor CMP, dan sensor ECT. ECU akan mengolah data yang berasal dari semua sensor yang terlibat dalam sistem ini. Setelah mendapatkan hasil olahan datanya, ECU akan memerintahkan aktuator dalam hal ini injektor. Berdasarkan perintah itulah injektor bekerja untuk memberikan atau menyemprotkan bahan bakar sedikit atau banyak ke dalam ruang bakar. Tetapi jangan sahabat teknisi mobil bayangkan tentang seberapa lama proses tersebut berlangsung ya! Proses pengolahan data di ECU itu sangat cepat, bahkan hitungan waktunya hanya perlu satu per sekian detik saja. Dengan proses yang sangat cepat tersebut mesin akan menjadi tetap bekerja dengan baik. Hubungan antara sensor dan aktuator menjadi hal yang paling utama dalam hal tersebut. Sialnya masalah ECU adalah yang paling rumit dari semua layanan perbaikan mobil, dan video berikut membahas ciri-ciri kerusakan ECU. 5. Return Feed Selanjutnya, return feed yang berbentuk selang sebagai jalur feedback bahan bakar ke tangki jika tekanan terlalu tinggi. Komponen inilah yang menjadikan bahan bakar lebih efektif tanpa terbuang. Dalam kondisi mesin mengalami deakselerasi, bahan bakar akan berlebih di injektor. Akibatnya tekanan di dalam pipa pembagi akan sangat tinggi. Jika tidak ada return feed bisa jadi bahan bakar akan merembas ke luar pipa atau bahkan dapat mengakibatkan pipa pembagi pecah. Selain bertujuan hemat bahan bakar, return feed juga membuat komponen-komponen sistem bahan bakar EFI menjadi tahan lama. 6. Pressure Regulator Ada juga komponen pressure regulator atau alat yang berguna mendeteksi tekanan fuel pump. Komponen ini menggunakan prinsip kerja otomatis agar tekanan dalam mesin kembali stabil. Komponen ini sangat berguna untuk mengetahui seberapa besar tekanan bahan bakar yang ada pada sistem bahan bakar EFI. 7. Fuel Feed Komponen sistem EFI berikutnya adalah fuel feed. Ini adalah sebuah selang yang mengalirkan bahan bakar dari tangki ke injektor dan disebut fuel feed. Material penyusun komponen ini adalah material mika kuat dengan kemampuan menahan tekanan bensin tepi rentan pecah. 8. Injector Komponen ini adalah salah satu yang paling penting dari sistem EFI. Injektor dapat mengeluarkan bahan bakar secara otomatis sesuai on-off kendaraan. Prinsip kerja injektor ini memanfaatkan nozzle yang membuka dan menutupnya berdasarkan sistem kemagnetan di dalam injektor. Akan tetapi, injektor tetap tidak bisa bekerja begitu saja pada sistem EFI. Ia bekerja berdasrkan perintah dari ECU dan oleh karena itu jika ECU rusak, injektor tidak mungkin dapat bekerja pada sistem ini. Terkait dengan masalah injektor, sabahat teknisi mobil dapat melihat video berikut yakni tentang cara memeriksa injektor dalam keadaan baik atau tidak. 9. Sensor-sensor Berkaitan dengan komponen sebelumnya, sensor ini berguna sebagai alat penentu periode injektor terbuka dan menutup. Sensor utama yang ada pada sistem EFI seperti sensor suhu udara, massa udara dan sudut pembukaan injektor. Umumnya, kendaraan memiliki 5 macam sensor yakni MAF, MAP, IAT, TPS, dan CKP. Baca juga 7 Sensor pada Common Rail + ECU 10. Fuel Pump Berikutnya, ada pompa bahan bakar yang berguna meningkatkan tekanan bahan bakar khususnya di bagian fuel feed yang disebut fuel pump. Pada mesin EFI terbaru komponen satu ini, prinsip kerjanya berdasarkan sistem kelistrikan, sehingga lebih sempurna dan tidak membebani mesin. Pompa bahan bakar mobil modern ada di dalam tangki. Ini berarti “pelumasan” fuel pump berasal dari bahan bakar itu sendiri. 11. Baterai Terakhir, komponen pada sistem EFI adalah baterai. Komponen ini memegang fungsi utama sebagai pemasok arus listrik di seluruh aksesoris elektronik kendaraan. Selain itu, baterai di EFI ini juga untuk memberi feedback tegangan ke ECU hasil pengolahan sensor dari kisaran 0 sampai 5. Mobil keluaran terbaru saat ini, akan ada sebuah sensor arus dan tegangan pada setiap baterainya. Ini untuk menjaga kestabilan arus dan tegangan sehingga kerja sistem EFI menjadi normal. Cara Kerja EFI Electronic fuel injection EFI adalah sistem bahan bakar injeksi yang bekerja dengan kontrol elektronic dengan prinsip pengamatan keadaan mesin, analisa ECU ,dan penyemprotan bahan bakar dengan massa yang sesuai kebutuhan. Pada sistem EFI ini, komponen ECU yang menjadi otak sistem secara universal, sehingga seluruh kinerja sistem bergantung pada ECU. Prinsip kerja ECU sendiri menampung seluruh informasi dari sensor kemudian memprosesnya untuk menentukan banyak bahan bakar yang harus masuk ke ruang pembakaran. Menurut keefektifitasan kerjanya, ketika ada banyak sensor yang diterima ECU maka kinerja sistem EFI ini juga akan semakin efisien. Selain itu, komponen lain dalam sistem juga bekerja dengan otomatis melalui aliran energi elektronik dari baterai. Kelebihan EFI Bagian terakhir yang perlu sabahat teknisi mobil ketahui seputar electronic fuel injection adalah kelebihan sistemnya. Sistem yang kita kenal secara akrab dengan nama sistem injeksi ini muncul sebagai hasil perkembangan sistem karburator. Hal ini menjadikan mesin injeksi memiliki prinsip kerja lebih efektif dan fleksibel tentunya. Kelebihan EFI dari sistem lama adalah kinerjanya yang lebih cerdas. Para ilmuwan membuat sistem ini bekerja dangan bantuan sistem elektronik. Tentu saja dengan baterai sebagai sumber daya utama sehingga menjadikan mesin bekerja modern. Kita menyebut EFI sebagai sistem cerdas juga karena sistem kerjanya sudah secara elektronik bukan dengan prinsip mekanik lagi. EFI sistem injeksi bahan bakar adalah standar mesin kendaraan saat ini yang memiliki kelebihan engine performance yang sangat comfortable untuk setiap kinerjanya. Selain itu, EFI juga memiliki fuel injeksi yang akurasinya sangat tinggi dalam menunjang emisi lebih resik. Keunggulan lain dari pemanfaatan sistem ini adalah respon mesin menjadi lebih cepat, baik saat ekselerasi maupun deselerasinya. Pada beberapa kemungkinan, sistem EFI ini mendukung mesin hidup dalam kondisi apapun seperti cuaca dingin dan panas sekalipun. Sistem EFI dengan kontrol elektronik ini juga memiliki kinerja fuel cut otomatis yang baik. Hal ini menjadikan mesin bisa otomatis menghentikan semprotan bahan bakar saat deselerasi.
Neste artigo Parte 1. O que é partição do sistema EFI? Antes de mais nada, vamos à definição de Partição de Sistema EFI. Quando você instala com sucesso o sistema operacional do Windows num disco GPT no seu computador, uma partição EFI automática - também conhecida como partição do sistema EFI ou ESP - é criada. Sem uma letra de unidade, ela toma aproximadamente 100MB ou 200MB. No Windows 10, é comum você encontrar mais partições do sistema EFI do que em versões anteriores. EFI - acrônimo em inglês para Extensible Firmware Interface, ou interface unificada de firmware extensível - é uma partição em dispositivo, como um disco rígido. A ESP é usada por computadores que seguem a especificação UEFI. Firmware UEFI carrega arquivos da ESP para iniciar o sistema operacional e diversos utilitários. Isso acaba por agilizar o processo, já que ele se limita a uma unidade específica, em vez de verificar o sistema completo todas as vezes. O EFI consiste em 4 componentes principais Programas carregadores de inicialização para o sistema operacional instalado atualmente no computador. Arquivos de driver de dispositivo para todos os dispositivos de hardware atualmente presentes e utilizados pelo computador durante seu tempo de inicialização. Programas utilitários do sistema que começam a ser executados antes da inicialização de um sistema operacional. Arquivos de dados, como logs de erros. Parte 2. Para que serve a partição do sistema EFI? A partição EFI é um dos volumes de armazenamento mais cruciais do sistema. O Windows cria automaticamente esta partição para fins de inicialização sem perguntar ao usuário. É assim que o sistema do computador faz uma tabela para armazenar dados e regularizar todas as funções do disco, incluindo boot e inicialização. O EFI é usado para diferentes em vários sistemas operacionais. A tabela abaixo vai te ajudar a saber seus respectivos papéis Windows O EFI é usado para carregar a inicialização, incluindo opções de boot. Todas as opções, como disco rígido, configuração de prioridade de boot e modo de economia estão instaladas na unidade EFI. Mac Em dispositivos operacionais Mac, a partição do sistema EFI é primeiro deixada vazia e sem uso. Isso é feito para fins de boot. A partição do sistema EFI é finalmente usada como área de preparação para todos os tipos de atualização de firmware no Mac. Linux A partição EFI é usada para a inicialização. No entanto, o EFI usa uma partição EFI boot separada na mesa no Linux. Esta é uma partição de disco padrão que armazena o sistema operacional ou dados de recuperação. Parte 3. Como verificar se o computador tem partição do sistema EFI? Antes de começar a monitorar o seu sistema, é essencial entender como o EFI está relacionado ao GPT. EFI é parte do sistema por padrão, uma vez que a maioria dos computadores mais recentes usa partições do tipo GUID. Contudo, em computadores que usam o estilo de partição MBR, o EFI não está presente. Uma excelente maneira de detectar isto é verificar o armazenamento da partição reservada do sistema. Se for menos de 100MB, seu computador não tem uma partição EFI. Se você tiver uma partição EFI, você pode usar ferramentas como DiskPart ou Gerenciamento de Disco para verificá-la, por meio do procedimento abaixo. Passo 1. Abra as informações do sistema escrevendo na caixa de pesquisa. Como alternativa, você também pode escrever "msconfig" para abrir o menu Informações do sistema. Passo 2. O cabeçalho com ícone do resumo do sistema será realçado. Agora, procure por BIOS no canto direito da tela. Passo 3. Você pode verificar se está executando um disco de partição estilo legacy ou um volume de estilo de partição UEFI/EFI. Observe que UEFI BIOS significa que seu sistema contém partição EFI. Parte 4. Como criar partição do sistema EFI no Windows? Por padrão, um computador que execute o Windows 10 ou 11 e que suporte uma instalação limpa criará uma partição EFI automaticamente. Se você quiser criar esta partição, você precisa dar alguns comandos essenciais durante o processo de boot do PC. Veja como Passo 1. Dê boot no seu PC com qualquer tipo de mídia de instalação do Windows disponível. Assim que chegar à primeira tela, pressione Shift + 10. Ele iniciará um prompt de comando de inicialização antes que seu computador chegue à área de trabalho. Passo 2. Execute a sintaxe de comando conforme abaixo. Pressione a tecla Enter depois de cada comando. Diskpart List disk Select disk List partition Create partition efi Format quick fs=fat32 List partition List volume ou seja, a letra do volume onde o sistema operacional Windows está instalado Exit bcdboot X/windows substitua "X" com a letra do volume da partição do sistema operacional Windows Passo 3. Pressione Enter para iniciar a partição EFI. Agora você pode remover a mídia de instalação do Windows. Parte 5. Como deletar partição do sistema EFI ESP no Windows? O Windows não exibe o conteúdo da partição do sistema EFI. Contudo, ainda é possível deletá-lo usando o prompt de comando e outros detalhes técnicos do sistema operacional. Antes de começar, você precisa se certificar de que está é uma função que você deseja executar. É seguro deletar a partição de sistema EFI? Pode ser problemático deletar uma partição EFI. Ela é um protocolo de inicialização central para o sistema operacional Windows, uma vez que ele facilita o acesso a arquivos essenciais. Sem a partição EFI, sua máquina não será capaz de inicializar o Windows. No entanto, lembre-se do seguinte se insistir em remover a partição EFI Se quiser que o Windows funcione sem problemas, evite fazer mudanças na partição EFI. Você pode simplesmente reinstalar o sistema operacional se você quiser remover a partição EFI e instalar uma nova cópia do SO Windows. Se o seu computador tiver dois sistemas operacionais instalados e você quer remover o ESP. Como deletar a partição do sistema EFI? Estes passos vão te ajudar a deletar a partição do sistema EFI Passo 1. Primeiro, pressione a tecla Windows + R para acessar a janela de comando Executar. Passo 2. Digite o texto na caixa de diálogo e clique OK. Passo 3. Localize e anote a partição do sistema EFI no Gerenciamento de Disco e então desligue o Gerenciamento de Disco. Depois, use a ferramenta DISKPART pata remover a partição EFI. Passo 4. Inicie o Prompt de comando digitando cmd na caixa de pesquisa da barra de ferramentas ou clicando com o botão direito do mouse no ícone do menu Iniciar e então escolhendo Prompt de comando. Certifique-se de que você o execute como um Administrador. Passo 5. Digite os comandos a seguir, com a tecla Enter para cada seta diskpart > list disk > select disk number selecione o disco que você anotou no Passo 3 > clean Passo 6. O Windows levará alguns segundos para concluir o processo de limpeza. Isso significa que o DiskPart limpou com sucesso a partição do disco EFI. Agora você pode sair da ferramenta DiskPart digitando exit e pressionando Enter. Parte 6. Como recuperar partição do sistema EFI deletada por acidente? Quando você está lidando com coisas importantes, como uma partição EFI, você pode deletar por acidente e por completo a partição do sistema, resultando na impossibilidade de dar boot no computador. O sistema EFI também pode ser deletado se você remover qualquer arquivo de inicialização ou outros dados. Isso pode causar uma séria perda de dados. No entanto, você pode recuperar todos os seus dados usando o programa Wondershare Recoveri. Ele vem com muitos recursos para dar boot, como você poderá ver abaixo. Wondershare Recoverit - Líder na recuperação de dados pessoas já baixaram. Recupere mais de diferentes tipos de arquivos de praticamente qualquer mídia de armazenamento, como computadores Windows/Mac/Linux, servidores NAS, cartões SD, drives USB etc. Lide eficientemente com mais de 500 mil cenários de perda de dados, incluindo exclusão acidental, formatação, falha do sistema, queda de energia repentina e ataque de vírus. Visualize os arquivos antes da recuperação. Nenhum pagamento é exigido se os arquivos forem irrecuperáveis. Você pode usar o procedimento a seguir para recuperar dados que deseja depois de o computador se tornar não inicializável em razão da exclusão acidental da partição de sistema EFI. Passo 1. Preparação Faça o download e instale o Wondershare Recoverit em outro computador em funcionamento, Windows ou Mac. Prepare um pendrive vazia. Prepare um disco rígido externo para salvar os dados recuperados. Passo 2. Selecione recuperação de Sistema de computador travado Conecte o pendrive vazio ao computador. Certifique-se de que ele é detectado pelo computador. Abra o Wondershare Recoverit após a instalação e selecione a opção Sistema de computador travado no painel de navegação à esquerda. Passo 3. Crie uma unidade USB inicializável Selecione a unidade USB inserida na tela seguinte para criar uma unidade de mídia inicializável. O software de recuperação de dados permitirá que você formate o disco USB primeiro. Certifique-se de ter feito o backup de todos os arquivos importantes no USB antes de clicar no botão Formatar. Na sequência, o Recoverit começará a criar a mídia USB inicializável automaticamente. Passo 4. Recupere dados de um computador não inicializável Depois de criar seu USB inicializável, conecte-o ao computador não inicializável em razão da exclusão da partição do sistema EFI. Em seguida, altere o BIOS para inicializar a partir do USB inicializável que você criou. Para saber as instruções exatas, você pode clicar em como ajustar o computador para inicializar a partir de um disco USB. Depois que o computador não inicializável inicializar com sucesso a partir da unidade USB inicializável, você pode então salvar seus arquivos essenciais do computador no disco rígido externo já preparado. Perguntas frequentes Para que serve a partição EFI? A partição EFI é um espaço reservado no sistema que o Windows usa para armazenar dados necessários para dar boot no seu computador. Quando você inicia um sistema, com exceção do sistema operacional, textos, fontes, arquivos, ícones e até papéis de parede aparecem antes de você chegar à área de trabalho. Todos estes dados são armazenados na partição EFI. Esta partição fica escondida do usuário e é necessária para o funcionamento adequado do PC. A partição EFI é gerenciada exclusivamente pelo sistema operacional e não deve conter nenhum outro dado, nem mesmo ferramentas do Windows RE. Qual é o tamanho da partição do sistema EFI? A partição EFI é armazenada nas unidades GPT ou no disco rígido principal. Seu computador inicializará nesta partição. A menor partição EFI pode ter 100 MB. Você deve formatar a partição EFI usando apenas o sistema de arquivos FAT32. Atualmente, em unidades avançadas de formato 4K nativo, o tamanho mínimo da partição EFI é de 260MB. A razão para isso é o fato de o formato de arquivo FAT32 oferecer espaço limitado. O espaço mínimo para drives FAT32 são 4KB multiplicados por 65527, ou seja, 256MB no total. Posso deletar uma partição do sistema EFI? Especialistas em TI recomendam vivamente não deletar a partição do sistema EFI se você quiser usar o sistema do seu computador. Se você deletar esta partição seu computador não será capaz de inicializar ou dar boot. No entanto, você pode deletar o EFI se você estiver mudando o sistema operacional do seu computador. Por exemplo, se você quiser mudar do Windows para o Mac, você deve deletar a partição EFI antiga e criar uma nova. Concluindo Partições do sistema EFI podem parecer desnecessárias a princípio, mas elas cumprem um papel crucial no gerenciamento de dados do Windows. Esperamos que este guia te ajude a entender o assunto em profundidade e a tomar uma decisão consciente quanto ao seu PC.